Arti Sebuah Nama
Apakah nama
teman – teman mempunyai arti? Aku rasa, setiap nama pasti mengandung arti dan
makna yang baik. Banyak yang berpendapat bahwa nama merupakan do’a dari orang
tua agar kelak sang anak menjadi pribadi yang baik. Begitu juga dengan aku.
Menurut sahabat dan kerabatku, aku mempunyai nama yang cukup unik.
Perkenalkan, namaku Duriyawati.
Teman – teman memanggilku Riri. Kedengarannya memang aneh. Entahlah, aku
mendapat panggilan itu sejak aku kecil. Dan banyak yang bertanya mengapa aku
dipanggil Riri, namaku kan Duriyawati? Atau misalnya menanyakan arti namaku.
Pertanyaan – pertanyaan tersebut belum bisa aku jawab karena aku tidak
mengetahui arti namaku.
Bahkan dengan nama Duriyawati, pun
aku sering mendapat panggilan – panggilan yang menurutku aneh. Panggilan itu
misalnya, Duri, Durian, Duren, Wati, Dur – dur, dll. Walaupun mungkin maksud
mereka hanya bergurau, tapi tetap saja aku merasa malu dan minder mempunyai
nama Duriyawati.
Aku sempat bertanya pada Ayahku,
yang memberi nama untukku.
“Ayah, kenapa sih aku diberikan nama
Duriyawati?” kataku suatu hari pada Ayah.
“Loh, memang kenapa?” Tanya ayah.
“Aku malu, Yah. Nama teman – temanku
bagus dan semuanya lebih dari satu kata. Sedangkan namaku jelek dan sangat
singkat!”.
Ayah tampak terkejut mendengar kata
– kataku. Selanjutnya, sambil menepuk pundakku, Ayah berkata.
“Riri, maaf bila Ayah memberikan
kamu nama Duriyawati. Tapi, Ayah memberi nama itu bukan tanpa maksud. Oh iya,
apakah Riri ingat tanggal dan tahun lahir Riri?”.
“Tentu aku mengingatnya, Yah. Aku
lahir pada tanggal 22 Oktober 1999.” Sahutku.
“Nah, keunikan nama kamu terletak
pada peristiwa bersejarah di hari itu.” Jawab Ayah.
“Oh ya? Peristiwa apa Yah?” tanyaku.
“Pada hari Jumat, 22 Oktober 1999,
kamu dilahirkan dan bertepatan dengan peristiwa dilantiknya bapak Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) dan Ibu Megawati Soekarno Putri menjadi presiden dan wakil
presiden Indonesia periode tahun 1999 – 2004.” Jelas Ayah.
“Oh, jadi begitu ya, Yah.” Kataku.
“Iya sayang, jadi ayah memberi nama
kamu Duriyawati, bukan tanpa maksud. Ayah ingin suatu saat nanti, anak Ayah
yaitu Riri, dapat meneruskan jiwa ke prabuan pak Gus dur dan bu Mega. Ayah juga
ingin melihat Riri menjadi orang sukses dan berguna bagi nusa, bangsa, dan
agama.” Jawab Ayah.
Hatiku terenyuh mendengar perkataan
Ayah. Aku berpikir sejenak menelaah kata – kata Ayah.
“Terima kasih atas do’anya, Ayah.
Maaf kalau tadi pertanyaan Riri membuat Ayah terkejut dan sedih. Sekarang aku
bangga memiliki nama Duriyawati. Dan semoga do’a yang Ayah berikan dapat
terwujud.” Kataku sambil menitikkan air mata.
“Amin.” Ayah memelukku.
Sekarang, aku tidak malu lagi
mempunyai nama Duriyawati. Bahkan, aku sangat bangga mempunyai nama Duriyawati.
Dan setiap ada yang memanggilku dengan panggilan – panggilan aneh, aku hanya
tersenyum dan berkata.
“Maaf, namaku
Duriyawati dan panggilanku Riri.”
Komentar
Posting Komentar