Resensi Buku "Ahmadinejad On Palestine"
Penulis :
Dina Y. Sulaeman
Penerbit :
IIMaN
Tebal buku :
236 halaman
Dina Y. Sulaeman adalah putri dari pasangan H. Chaizir Djayus, SH. Dan Hj. Risnawati Basri. Penulis, istri dari Otong Sulaeman dan ibu dari Kirana Mahdiah Sulaeman & Muhammad Reza Sulaeman. Lahir di Semarang 30 Juli 1974, lulusan Fakultas Sastra jurusan Sastra Arab Universitas Padjadjaran (1997). Delapan tahun tinggal di Iran, sempat setahun (1999 – 2000) kuliah pasca sarjana Fakultas Teologi Tehran University dan empat tahun (2003 – 2007) bekerja di IRIB (Islamic Republic of Iran Broadcasting) sebagai penerjemah, penulis, dan penyiar.
Penulis saat ini tinggal di Bandung dan (sementara)
memilih profesi sebagai full time mother sambil menulis dan mengelola dua blognya
: Kajian Timur Tengah (http://dinasulaeman.wordpress.com) dan My Daily Life (http://bundakirana.multiply.com). Buku – buku yang pernah ditulis antara lain,
Mukjizat Abad 20, Dr Cilik Hafal dan Paham
Al – Qur’an (2007), Oh Baby Blues (2007), Pelangi di Persia (2007).
Sering bila kita membaca tulisan atau buku mengenai Palestina yang ditulis
penulis muslim, sudut pandangnya adalah perang atau jihad. Namun dalam buku ini
memberikan perspektif baru. Penulisnya, Dina Y. Sulaeman, urang awak asli yang
kini tinggal di Bandung, memulai proses penulisan buku ini dengan berbagai
kegelisahan dan tanya. Seperti apakah sesungguhnya situasi di luar sana? Apa
yang benar-benar dirasakan orang Palestina?Bagaimana sebenarnya isi hati
orang-orang Israel sendiri? Di manakah jalan keluar? Berbagai kegelisahan dan
pertanyaannya terjawab setelah ia menelaah pidato-pidato Presiden Iran Dr.
Mahmoud Ahmadinejad.
Di antara solusi yang- ditawarkan Ahmadinejad adalah one state solution,
sebuah solusi yang sebenarnya. juga banyak diungkapkan sebagian peneliti
masalah Palestine, namun gaungnya tak terdengar keras dalam kancah politik
Timur Tengah. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena Amerika Serikat dan rezim
Zionis Israel sama sekali tak sepakat pada “solusi satu negara” ini.
Di tangan Dina, one state solution ini dibahas dengan gamblang dan
sederhana, sehingga mudah dimengerti dan diterima logika. Namun, tentu saja,
penerapannya tak semudah itu.Rezim Zionis tidak akan membiarkan solusi ini
teraplikasikan karena konsekuensinya, rezim ini harus dibubarkan dan dibentuk
satu pemerintahan baru bersama Arab-Palestina dan Yahudi-Palestina.
Buku ini diberi endorsement oleh 6 pakar politik dari Universitas
Padjadjaran. Menarik
mengamati komentar Budi Utomo M.Si, dosen Ilmu Politik Unpad : “Delapan tahun
menetap di Iran membuat tulisan Dina mengenai Timur Tengah, Palestina – Israel memiliki
sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan tulisan terkait. Pertanyaan - pertanyaan
seperti mengapa harus repot - repot memikirkan konflik Palestina - Israel? Apa
orang-orang Arab memang ingin membuang orang-orang Yahudi, atau orang Yahudi
ingin menghabisi orang Arab, dibahas secara menarik”.
Dengan bahasa yang tidak banyak bermetafora, penulis menyajikan rangkaian
peristiwa seperti Holocaust dan detail konflik Palestine
- Israel secara lugas dan enak dibaca bagi siapapun. Namun,
bila pembaca tidak membaca berulang kali mungkin akan sulit dimengerti, karena di dalamnya terdapat bahasa asing yang
sulit dimengerti para pembaca pemula. Untuk mendapatkan
gambaran dan pemahaman tentang keseluruhan buku ini, bacalah buku tersebut
secara utuh. Duriyawati
Smpn
179 Jakarta

Komentar
Posting Komentar