Pemuda dan Sosialisasi
Latar Belakang Pemuda
Siapa sih yang di sebut pemuda?
Pemuda adalah
generasi penerus dari generasi terdahulu, pemuda memegang tanggung jawab
yang telah diberikan generasi
pendahulunya. Selain memikul beban tersebut pemuda juga dihadapkan berbagai
macam persoalan diantaranya kenakalan remaja, ketidak patuhan pada orang
tua/guru, kecanduan narkotika, frustasi,
masa depan suram, keterbatasan lapangan kerja, dan masalah lainnya. Proses
kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia setiap hari baik di
lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh besar dalam
membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses ini disebut dengan
istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia
dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi. Sosialisasi adalah
proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia dan proses belajar seorang
individu yang akan mengubah dari seseorang yang tidak tahu tentang diri dan
lingkungannya menjadi lebih tahu dan memahaminya. Sosialisasi merupakan suatu
proses di mana seseorang mencari tahu tentang pola pikir, kepribadian serta
dirinya yang sebenarnya. Sebagai pemuda sangatlah penting bersosialisasi, yaitu
dengan cara berorganisasi. Sebagai contoh, para pemuda dapat ikut sebagai
anggota karang taruna di lingkungan rumahnya atau dapat mengikuti berbagai
organisasi di sekolah.
Apa yang sudah saya
lakukan?
·
Dalam Keluarga
Sebagai
pemuda, saya sudah mencoba melakukan yang terbaik di dalam keluarga. Saya
mencoba memahami semua hal sampai
sedetail – detailnya. Saya juga berusaha memposisikan diri di dalam keluarga
dengan sebaik mungkin. Prinsip saya, jika saya masih mampu mengerjakan semua
nya sendiri kenapa harus merepotkan orang lain.
Saya anak kedua dari dua
bersaudara. Dan sebagai pemuda, saya juga sudah mencoba melakukan semua hal
dengan sebaik-baiknya. Sebagai contoh dalam keluarga, kami tidak menggunakan
jasa assisten rumah tangga. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban saya untuk
membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Dewasa ini juga dapat melatih saya agar
tidak selalu dimanjakan dengan semua hal yang “terima beres”. Contoh lain,
dalam keluarga kami yang harus dinomor satukan adalah pendidikan. Maka dari itu
orang tua saya memberi saya kepercayaan dan tanggung jawab sebagai mahasiswa
dan tentunya saya harus mengemban amanat itu sebaik mungkin. Orang tua sudah
membiayai dan memberi segala yang saya butuhkan, maka saya harus mempunyai
prinsip kuat untuk dapat menjadi pemuda yang sukses.
Sebagai
pemuda kita harus siap menghadapi segala hal. Karakter dan mental seseorang
juga dipengaruhi oleh didikan dalam lingkungan keluarganya. Maka dari itu semua
dimulai dari lingkungan keluarga.
·
Dalam Lingkungan Kampus
Sebagai
pemuda, saya juga harus berkelakuan baik di mana saja. Sebagai mahasiswa pun, saya
mempunyai kewajiban untuk berkontribusi membawa nama kampus saya menjadi lebih baik lagi. Upaya-upaya yang
bisa saya lakukan setidaknya saya mengikuti ukm yang sudah ada di kampus.
Dengan mengikuti organisasi atau mengikuti ukm, kita sebagai pemuda dapat
mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.
Namun,
sebagai pemuda yang berpendidikan, kita harus pintar-pintar menyeleksi
organisasi apa yang diikuti. Tidak sedikit kita melihat para pemuda yang “salah
arah” akibat masuk dan menjadi bagian dari organisasi yang menyebarkan paham
yang salah. Akibatnya, generasi muda yang seharusnya bisa diandalkan malah
menjadi boomerang bagi bangsanya sendiri.
Lingkungan
kampus juga bisa menjadi wadah bagi pemuda untuk menyalurkan aspirasi mereka.
Tentunya aspirasi yang dapat membagun dan bukan hanya mengkritik tanpa alasan
yang logis. Di sini, peran sosialisasi berperan penting untuk membantu
mengarahkan mahasiswa mencari jati diri dan membangun karakter. Sehingga
diharapkan mahasiswa bukan hanya menjadi lulusan yang kompeten di bidangnya,
namun juga bisa bermanfaat bagi masyarakat.
·
Dalam Masyarakat
Dalam
kehidupan bermasyakarat juga erat kaitannya dengan pemuda. Pemuda sebagai
generasi penerus bangsa sangat dibutuhkan dalam masyarakat. Pemikiran-pemikiran dari para pemuda yang
masih “fresh” diperlukan untuk membangun berbagai pranata sosial.
Dan
saya sebagai pemuda, sudah sepatutnya saya melihat, mengamati, dan melakukan
sesuatu yang bisa dilakukan untuk setidaknya sedikit membantu kehidupan
saudara-saudara kita di sekitar. Entah di lingkungan sekitar rumah, sekolah,
maupun lingkungan yang lebih luas lagi. Kita sebagai pemuda jangan sampai
memiliki sifat acuh tak acuh dan cuek terhadap lingkungan. Ciri khas bangsa
Indonesia adalah bangsa yang saling tolong-menolong. Bila pemuda Indonesia
mempunyai sifat yang tidak mencerminkan jati diri bangsa, bisa dibayangkan
bagaimana kedepannya.
Kita
sebagai pemuda juga perlu aksi di dalam masyarakat. Aksi yang saya maksudkan
bukan aksi yang negatif. Namun aksi positif yang bisa bermanfaat bagi sekitar. Contohnya,
kalian bisa mengajar anak-anak di lingkungan sekitar rumah. Atau bahkan kalian
bisa mengajar anak-anak yang kurang mampu dan anak yang putus sekolah. Hal-hal
seperti itu lebih bermanfaat daripada harus menghabiskan waktu demi hal yang
sama sekali tidak penting.
·
Dalam Negara
Sebagai
pemuda, saya belum bisa berkontribusi untuk mengharumkan nama bangsa. Namun,
dengan mencoba menjadi warga negara yang baik paling tidak saya telah berusaha
untuk berkelakuan baik. Atau contoh sederhana yang bisa kita lakukan sebagai
pemuda yang baik adalah dengan berperilaku yang mencerminkan jati diri bangsa
Indonesia. Dengan bersikap demikian, secara tidak langsung kita dapat membuat
nilai tambah untuk Indonesia.
Dan
contoh lainnya, sebagai pemuda yang baik, sudah seharusnya kita bersama-sama
membangun bangsa ini demi melanjutkan cita-cita para pendahulu. Hal kecil yang
bisa dilakukan misalnya, belajar sunguh-sungguh sehingga “mahir” dalam bidang
yang ditekuni. Tak jarang kita lihat berawal dari hobi menjadi bakat dan
mempunyai prestasi yang luar biasa bahkan ada yang hingga ke tingkat dunia. Tidak
ada yang sia-sia. Jika kita mau berusaha pasti ada jalan dan saya yakin seluruh
pemuda di Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa dengan cara mereka
masing-masing,
Di bawah ini terdapat artikel tentang bagaimana seorang
pemudi yang merintis karir dari nol sampai meraih kesuksesan.
Putri Tanjung: Pengusaha Muda Sukses
yang Punya Visi untuk Indonesia
Sumber : https://www.google.co.id/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwi7t5mcwKjeAhXJro8KHeGTCgkQjRx6BAgBEAU&url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DeCuMBJ3ZAts&psig=AOvVaw0gn1azZ3zHCsPqRD-5WgzW&ust=1540794215481236
Sukses sebagai pengusaha muda, Putri
Indahsari Chairul Tanjung layak dinobatkan sebagai sosok inspiratif dan
kreatif. Walau membawa nama “Tanjung” di belakangnya, bukan berarti
kesuksesannya hanya menumpang kekayaan dari sang Ayah, Chairul Tanjung, yang
merupakan pengusaha ternama dan disebut-sebut sebagai orang terkaya ke-4 di
Indonesia.
Bergerak di
bidang Event Organizer (EO), gadis kelahiran 1996 ini memulai bisnisnya bernama
El Paradiso sejak usia 15 tahun. Nyatanya, ia benar-benar mendirikan bisnis
yang didirikan pada 2011 itu dari nol, tanpa sokongan dana sepeserpun dari
ayahnya.
Memang tak
mudah memulai bisnis yang baru seumur jagung. Putri sempat mengalami pengalaman
pahit saat itu. Mulai dari diremehkan orang-orang, ditolak perusahaan sebagai
sponsor, sampai sulit mencari dana untuk event. Tapi, seperti
ungkapan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, begitulah darah
wirausaha tetap membara dalam dirinya.
Putri
melanjutkan gairahnya dalam industri ini dengan mulai membuat event kecil-kecilan,
seperti perayaan ulang tahun. Bermodalkan pengalaman, hasil dari ketekunan
usaha, dan keyakinan pada dirinya, ia berani memperlebar bisnis EO-nya dengan
nama Creativepreneur Event Creator.
Di usianya
yang menginjak 20 tahun ini, Putri semakin mantap berkecimpung dalam bisnis dan
projek di industri kreatif yang melibatkan anak-anak muda Indonesia yang punya
semangat dan visi untuk Indonesia. Adalah gerakan “Muda Bergerak”, nama projek
yang tengah dilakoninya bersama rekan artis Indonesia lainnya, dengan tujuan
mengobarkan semangat anak muda sebagai inspirator generasi Bangsa untuk
berkontribusi terhadap lingkungan sekitar.
Salah satu
karya dalam gerakan tersebut adalah film Kinetik yang langsung
disutradari si gadis berjiwa sosial ini dan menampilkan artis-artis muda
Indonesia. Menggunakan media Youtube dalam publikasi, film pendek itu
mengisahkan anak muda kota yang tergerak untuk menghidupkan satu sekolah
jalanan
Sumber : https://suneducationgroup.com/news-id/putri-tanjung-pengusaha-muda-sukses/
Apa yang bisa saya
contoh dari tokoh tersebut?
·
Kemandirian
Putri Tanjung
yang notabene anak dari seorang pengusaha sukses yang sangat bergelimang harta
tidak membuat Putri menjadi “anak manja” yang tinggal menikmati hasil jerih
payah ayahnya. Putri memulai bisnis nya tanpa bantuan sedikitpun dari sang
ayah. Padahal, jika ia mau dia tinggal mendompleng nama besar ayahnya. Namun, kemandiriannya
yang patut diacungi jempol membuatnya meraih kesuksesan melalui kerja kerasnya
sendiri. Ini yang patut di contoh dari seorang Putri.
Putri memiliki
jiwa nasionalisme yang sangat tinggi. Terbukti ia dan teman-teman nya tengah
menggarap proyek bertajuk “Muda Bergerak”. Gerakan tersebut bertujuan untuk
membangun semangat para pemuda untuk lebih peduli dan melakukan kontribusi
terhadap lingkungan sekitar.
·
Menginspirasi orang lain
Dari cerita perjalanan
hidup Putri Tanjung tentu sangat menginspirasi banyak orang. Ditambah lagi
Putri sering menjadi motivator dan pembicara. Tentunya hal tersebut merupakan
salah satu cara putri mengajak generasi muda untuk berkarya dan menjadi pemuda
sukses yang selalu menebar hal-hal positif di sekitarnya.
Sumber :
·
http://digilib.unila.ac.id/20865/15/BAB%20I.pdf

Komentar
Posting Komentar