Sinopsis Film Neerja


Neerja (2016)
Rilis : 19 Februari 2016
Negara : India
Bahasa : Hindi
Sutradara : Ram Madhvani
Produser : Shanti Sivaram Maini, Atul Kasbekar, Bling Unplugged
Pemeran : Sonam Kapoor, Shabana Azmi, Kavi Shahstri, Yogendra Tiku, Sadh Orhan, Shekhar Ravjini
Sinematografi : Mitesh Mirchandani
Music : Vishal Khurana
Distributor : Fox Star Studios.



Sinopsis :

Film diawali dengan saat Neerja Bhanot (Sonam Kapoor) berusia 22 tahun yang datang terlambat untuk sebuah pesta di rumah. Selanjutnya jam satu malam Ibu Neerja, Rama Bhanot (Shabna Azmi) membangunkan Neerja. Ibunya menjelaskan rasa keberatan akan profesi Neerja sebaagi Pramugari dan berharap Neerja Bhanot kembali kepada pekerjaan sebagai modeling. Sang ibu mencoba berkata pada Neerja “tidak bisakah kau  tinggalkan pekerjaanmu dan kembali bekerja sebagai model?”. Namun Neerja hanya menjawab “Aku menyukai pekerjaan ku, Bu”
Setelah itu Neerja bersiap untuk berangkat bekerja sebagai pramugari. Neerja diantar ke bandara oleh temannya bernama Jaideep (Shekhar Ravjini). Setelah tiba di bandara, Jaideep memberikan surat kepada Neerja dan meminta Neerja membuka surat itu saat hari ulang tahunnya. Neerja bersama dengan pramugari lainnya menuju pesawat Pan Am 73 untuk mempersiapkan segala kebutuhan penerbangan.


Jam 4 subuh, pesawat Pan Am 73 berangkat dan akan tiba di Karachi 1 jam 25 menit. Setibanya di bandara Karachi, para penumpang di datangi 4 orang teroris Abu Nidal yaitu Khalil (Jim Sarbh), Fahad (Vikram Singta), Zayd Safirini (Abrar Zahoor), dan Mansoor (Ali Baldiwala). Mengetahui teroris mengancam mereka, Neerja menghubungi awak pesawat yang ada di kokpit sehingga pilot dan Co. pilot berhasil kabur meski diberondong peluru. Akibatnya, pesawat tersebut itu tak bisa mengudara ke tempat yang diinginkan para teroris:

Empat teroris tersebut meminta para penumpang untuk berkumpul di bagian tengah. Setelah itu mereka meminta Neerja mengumumkan lewat ATC seseorang yang berprofesi sebagai Operator Radio. Imran Ali salah seorang yang bekerja sebagai operator radio, namun Neerja memberikan kode untuk tetap diam. Pihak teroris menarik seorang pria asal Amerika dan mengancam membunuhnya dengan meminta pilot kepada pihak polisi yang berada di dekat pesawat. Namun, pihak polisi setempat tak kunjung mengabulkan permintaan para teroris tersebut. Kesabaran pihak terrorist hilang diapun menembak mati pria tersebut.


Pihak teroris meminta Neerja untuk mengumpulkan seluruh passport dan mereka mengutamakan seseorang berpassport Amerika. Neerja memberikan kode kepada Pramugari lain untuk tidak mengambil passport Amerika. Neerja dan pramugari lainnya berkeliling mengambil passport mereka. Setiap mereka menemukan passport Amerika, dia akan membuangnya dibawah bangku para penumpang. Setelah passport terkumpul, pihak teroris mencari passport asal Amerika namun dia tidak menemukannya. 


Selanjutnya pihak terrorist mencari passport Inggris. Mereka mendapatkan passport Inggris dengan nama Rooney. Rooney dijadikan sasaran untuk bernegosiasi dengan pihak polisi. Pihak polisi menjelaskan bahwa di dalam pesawat terdapat penumpang bernama Imran Ali. Imran Ali ditarik secara paksa oleh pihak teroris menuju kokpit. Imran Ali diminta untuk memberikan pesan kepada pihak polisi untuk dikirimkan pilot.


Suatu ketika, terjadi perselisihan antara Fahad dan Khali ketika Khali berusaha menenangkan Fahad yang emosi kepada Neerja yang ingin mengantarkan dua anak kecil hendak ke kamar mandi. Khali dipukuli Fahad sehingga Fahad dimarahi oleh Mansoor. Fahad menjadi emosi dia menuju kokpit dan menembak mati Imran Ali di depan Mansoor. 
Mansoor mulai kecewa sebab mereka tidak bisa berkomunikasi lewat radio setelah kematian Imran Ali. Beberapa jam kemudian, Neerja duduk dengan perasaan sedih setelah membaca surat dari Jaideep yang mengajaknya menikah. Tidak lama kemudian lampu pesawat mati, kepanikan melanda di dalam pesawat.


Pintu pesawat terbuka, para penumpang berusaha untuk kabur dan pihak militer yang datang mulai merangkak masuk ke dalam. Sementara pihak teroris terus menembak para penumpang. Pihak militer melumpuhkan satu per satu teroris. Neerja yang berusaha membantu para penumpang  terkena tembakan. 

Di dalam mobil Ambulance dia memberikan pesan kepada seorang anak kecil untuk menyampaikan pesan terakhirnya tersebut kepada ibunya. Hari berikutnya, pihak keluarga Neerja menunggu kedatangan Neerja di India. Mereka merasa sedih setelah kedatangan peti yang berisikan jenazah Neerja. Satu tahun kemudian, di hari peringatan meninggalnya Neerja, ibunya menyampaikan pesan di depan para keluarga penumpang yang selamat. 



Hubungan Film dengan Tema yang diangkat

Dalam Film Neerja ini kita dapat melihat aksi heroik seorang pramugari yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan ratusan penumpang. Terlihat jelas bahwa Neerja Bhanot sangat mempertanggungjawabkan pekerjaan yang dia emban walaupun resiko terberat adalah kehilangan nyawanya sendiri.
Neerja rela menahan kesedihannya setelah membaca surat dari kekasihnya dan Neerja pun tau, ibunya sebenarnya sudah mempunyai firasat buruk tentang profesi yang dipilihnya, namun Neerja Bhanot mencoba mengesampingkan urusan pribadinya demi terlhat tegar di depan para penumpangnya. Dengan rasa beraninya juga, Neerja Bhanot menyembunyikan passport  penumpang yang diincar oleh para teroris
Pengorbanan seorang Neerja Bhanot tidak sia-sia sebab berkat keberaniannya ratusan nyawa terselamatkan bahkan ia banyak mendapat penghargaan dari negaranya sendiri maupun Internasional.
Walaupun pada akhirnya Neerja harus meregang nyawa akibat berondongan peluru para teroris, namun ia sudah melakukan yang terbaik dengan aksinya yang sangat heroik dan bersejarah demi kemanusiaan.


sumber rujukan :

Komentar

Postingan Populer