Konsep Perencanaan Jaringan Komputer


Alasan diperlukan konsep perencanaan jaringan komputer
konsep perencanaan jaringan komputer diperlukan agar dapat menghasilkan jaringan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna secara optimal dengan anggaran biaya, baik biaya pemasangan, operasional, dan pengembangannya yang sehemat mungkin.
1.     Keamanan alat
·        Peralatan yang ada umumnya sangat bernilai bagi kelangsungan sistem dan tidak murah
·        Kebutuhan lingkungan yang khusus atau memenuhi syarat tertentu, karena peralatan komputer dengan kemampuan tinggi umumnya sensitif terhadap suhu, kelembapan dan tegangan listrik.

2.     Kenyamanan
·        Mempermudah pengecekan sistem secara berkala
·        Efisiensi dan efektifitas perawatan sistem.

3.     Besar dan rumit
·        Umumnya sebuah pusat komputer/pengolahan data/kontrol LAN akan sangat besar dan rumit
·        Jaringan komputer terpusat yang ada juga biasanya secara fakta sangat rumit

4.     Keseimbangan perencanaan
Perlu diperhatikan keseimbangan elemen-elemen yang akan mempengaruhi desain ruang komputer termasuk peralatannya. Elemen-elemen tersebut diantaranya: lokasi ruang komputer, tata ruang, keamanan fisik, sistem UPS, Generator listrik cadangan, distribusi daya listrik, sistem pendinginan dan kelembapan udara, raised flooring, deteksi dan pemadam kebakaran, control akses dan keamanan, dan sistem monitoring untuk seluruh elemen tersebut.

Dasar-dasar perencanaan jaringan komputer
1.     Pertama adalah dalam hal penggunaan jaringan tersebut.
Apakah semua PC yang terhubung ke jaringan akan dihubungkan dengan beberapa printer? Apakah perlu dibangun satu atau beberapa server untuk menangani database, e-mail, scheduler, dan tugas lainnya?
2.     Kedua adalah pertimbangan luas cakupan area jaringan yang akan dibangun. Apakah jarak antara PC ke switch/hub memungkinkan untuk pemasangan kabel? Apakah akan lebih baik jika menggunakan jaringan wireless? Apakah di area jaringan tersebut tersedia tempat yang cocok untuk meletakkan sebuah server, hub/switch, modem, dan perangkat lainnya?

Langkah-langkah perencanaan jaringan komputer
          Analisa kebutuhan à pada langkah ini didefinisikan sasaran yang ingin dicapai dengan adanya jaringan komputer. Apakah dengan jaringan tersebut akan dapat memecahkan masalah yang dihadapi sekarang? Apakah tingkat efisiensi akan meningkatkan dan dapatkah diukur? Sesuaikah biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh?
          Analisa Lokasi à maliputi usulan pemasangan peralatan di masing-masing ruang kerja karyawan, penentuan penyebaran beban listrik dan letak outlet listrik, lokasi seluruh komputer yang ada sekarang ini, lokasi pemasangan kabel dan sebaggainya yang sangat penting juga dalam menekan biaya instalasi.
          Mencocokkan Peralatan à Merupakan langkah analisa dari peralatan yang dipunyai dan disesuaikan dengan peralatan baru atau jaringan yang akan dipasang.
          Rencana Konfigurasi à Meliputi penetapan piranti keras dan piranti lunak yang akan dipasang beserta seluruh diagram yang dibutuhkan
          Penjadwalan à Merupakan rencana pemasangan dari waktu ke waktu dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan.

1.     Tentukan Tujuan Kita Membangun Jaringan Komputer
Apakah untuk berinternet secara bersama-sama, untuk bermain game bersama-sama. untuk bisa menghemat pemakaian perangkat seperti printer, hardisk, DVD drive, atau hanya sekedar berbagi file data dengan sesama komputer lain dalam jaringan secara mudah dan praktis?
2.     Melakukan Survey dan Analisa
Menentukan rencana lokasi (site plan), menentukan jalur kabel, menentukan ruangan untuk menempatkan perangkat jaringan, memperkirakan kebutuhan jumlah tenaga dan durasi pekerjaan intalasi, mengetahui tingkat kesulitan yang nantinya akan dihadapi,  mendata perangkat komputer, Operating System  dan perangkat jaringan yang ada saat ini beserta spesifikasi teknisnya.
Mendata jumlah pengguna komputer saat ini dan kemungkinan penambahan di kemudian hari serta berapa lama kondisi seperti ini tetap bertahan. Dengan cara menggambar rencana lokasi Tata letak ruangan dan jumlah lantai. Dimensi ruangan, lokasi outlet penyebaran beban listrik, lokasi pintu dan jendela dan object2 yang tidak dapat dipindah terkait pemasangan kabel
3.     Perencanaan tata ruang komputer
·        Pencahayaan (perhatikan alat penerangan,tata letak monitor dan lampu), desain ruang komputer (perhatikan suhu ruang komputer / server).
·        Perhatikan penempatan device (printer,fax,telpon), bebas medan magnet dan listrik,bebas getaran, dan bebas terhadap zat kimia.
·        Terdapat UPS (Uninterruptible Power Supply)
·        Bebas dari debu,asap da terhadap gas-gas tertentu.
·        Penangkal petir, HVAC (Heat/Ventillation/Air Conditioning)
·        Fire Protection (deteksi dan pemadam kebakaran)

4.     Desain tata letak ruang komputer
·        Harus diantisipasi adanya kebutuhan untuk peningkatan daya listrik dan perluasan ruangan di kemudian hari.
·        Harus tersedia pendinginan yang cukup dan sebanding terhadap beban yang ada.
·        Harus dirancang kontrol akses dan sistem keamanan ke ruang komputer yang sesuai dengan jenis ruangannya.
·        Setiap perubahan desain, software dan hardware harus terdokumentasi, dalam rangka kemudahan pelacakan terhadap perencanaan (roadmap) jika terjadi kesalahan atau gangguan sistem.
·        Pemahaman terhadap kebutuhan system perusahaan / instansi adalah langkah awal desain ruang komputer yang efisien dan aman.
·        Perhatian khusus harus diberikan pada aspek teknis dan lingkungan penunjang, yaitu: system pendinginan udara, kontrol kelembapan, distribusi dan aliran udara, distribusi dan proteksi daya listrik, keamanan dan deteksi kebakaran, tata ruang dan penempatan peralatan, akses perawatan, jalur pengkabelan, keamanan fisik, tanda-tanda petunjuk, dll.

5.     Tata Ruangan
·        Tata ruang (kesesuaian dengan fungsi, penempatan peralatan, kenyamanan penggunaan, kemudahan perawatan, keindahan)
·        Aspek pengkabelan baik untuk power maupun LAN (jalur-jalur pengkabelan, outlet, saklar, dll)
·        Kontrol keamanan (mudah diamati, pengamanan instalasi listrik dan LAN, lokasi tertutup di dalam ruang komputer seminimal mungkin)
·        Aksesibilitas (alur pergerakan orang mudah dan tidak membahayakan, kemudahan akses secara umum, pembatasan akses pada ruang tertentu, dll)

6.     Menentukan Jenis network yang akan digunakan
·        Ada dua jenis network yaitu peer to peer atau workgroup dan model client/server.   Keputusan untuk memilih satu di antara kedua model network ini sangat tergantung pada tingkat pemakaian jaringan tersebut.
·        Pemilihan topologi yang tepat
·        Setelah data-data dari hasil survey terkumpul dan dipelajari maka langkah selanjutnya adalah menentukan jenis atau model jaringan seperti apa yang cocok dengan kebutuhan kita saat ini dan kalau bisa sekalian untuk ke depannya.

7.     Tentukan Jenis Media apa yang ingin dipakai (Kabel atau tanpa kabel atau hibrid)
·        Jenis media penghubung terdiri atas dua yaitu media kabel dan tanpa kabel atau wireless. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
·        Kedua jenis media ini bisa dipakai secara bersama-sama atau dipadukan dalam satu jaringan.
·        Keputusan untuk memakai media penghubung antar komputer dalam jaringan adalah hal yang sangat penting. Keputusan yang keliru bisa berdampak pada langkah atau tahap selanjutnya.

8.     Tentukan Kebutuhan Perangkat jaringan
·        Pastikan data survey seakurat mungkin sehingga tidak berdampak pada penambahan biaya.
·        Tentukan kebutuhan kabel baik jenis dan panjangnya.
·        Keamanan instalasi dari ganguan fisik dan kelistrikan.
·        Tidak melanggar spesifikasi yang telah ditentukan pabrik dan produsen alat-alat penunjang jaringan
·        Harus memperhatikan kemungkinan untuk perencanaan penambahan dan pengembangan dikemudian hari.
·        Jumlah pemakai/user
·        Divergensi Ruangan (tingkat penyebaran ruangan) dan tata letak node (titik-titik workstation)
·        Letak lorong kabel pada dinding, lantai atau atap
·        Tentukan piranti yang dibutuhkan baik untuk server client dan piranti tambahan sebagai pendukung untuk menghubungkan
·        Jarak minimum antara komputer harus 50 cm (½ meter).
·        Perangkat untuk menghubungkan komputer atau piranti pendukung seperti printer dsb harus diperhatikan.
·        Penggunaan switch, router, repeater, hub dan sebagainya memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing. Penggunaan piranti penghubung juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Seperti switch yang memiliki beberapa jenis contohnya saja dilihat dari jumlah port.
·        Penggunaan jaringan tanpa atau dengan kabel juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi dilapangan, tata letak ruang, desain ruang dan sebagainya.

9.     Letak server dan jalur kabel
Untuk menetapkan server maka perancang jaringan harus mempertimbangkan beberapa faktor :
·        letak ruangan khusus untuk server yang tidak mudah dijangkau oleh pihak-pihak yang tidak berwenang
·        bebas debu dan asap
·        bebas binatang pengerat (tikus) atau serangga
·        ruangan bertemperatur rendah dan tidak lembab.
Untuk pemilihan kabel perlu memperhatikan karakteristik kabel tersebut dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang diperoleh dari hasil survey dilapangan, jarak, kondisi lapangan, kecepatan akses data yang diinginkan, kesesuaian dengan topologi (karena masing2 jenis kabel belum tentu bisa digunakan untuk semua topologi), karakteristik kelistrikan dan sebagainya.
Misalnya untuk kabel utp terdapat banyak kategori masing masing kategori memiliki karakteristik dan spesifikasi berbeda beda. Untuk kabel utp categori 5 yang sering digunakan dalam perancangan jaringan dikarenakan mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA). Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Etheret (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5 dan juga memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik.

10.                         Tentukan Sistem operasi yang dipakai
·        Setiap operating system memiliki sistem pengaturan tersendiri  terkait networking. Jika menggunakan model client server maka butuh server.
·        Pemilihan server sebaiknya dipilih berdasarkan sistem operasi yang murah tapi powerfull yang bisa melayani semua klien yang beragam operating sistemnya. Windows OS biasanya familiar, Linux tidak terlalu familiar bagi sebagian orang sedangkan Mac OS agak sedikit baru tapi sudah cukup mudah untuk digunakan.

11.                         Menentukan Jenis hardware dan software yang akan dipakai
·        Selain hardware seperti NIC dan wireless card, diperlukan juga software jaringan. Protocol merupakan bahasa yang digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi. Biasanya beberapa Operating sistem memiliki protocol masing-masing windows dan linux mengenal TCP/IP.  TCP/IP adalah protocol yang paling banyak dipakai.
·        Biasanya software tersebut sudah terinstall langsung bersama OS. Sebuah komponen penting dari  adalah protocol. Tentukan pula spesifikasi hardware software server dan client

12.                         Menganalisa Kendala yang akan dihadapi
·        Buatlah daftar kendala apa saja yang paling sulit atau susah saat implemetasi. Kendala biasanya menentukan segmen IP Address, setting server, membuat koneksi kabel, setting wireless Access point sebagainya.
·        Tingkat kesulitan instalasi, maintenance, kecepatan akses yang dibutuhkan, Akses ke Perangkat dan File. Dalam jaringan komputer akses ke perangkat dan file yang dipakai secara bersama-sama harus dipahami bahwa kondisinya berbeda dibanding jika perangkat tersebut digunakan atau terkoneksi langsung oleh satu komputer saja.Salah satu contoh bahwa pada jaringan komputer, pemakaian printer dilakukan secara bergantian sehingga hal ini membutuhkan kesabaran dari tiap-tiap pengguna komputer yang tergabung dalam jaringan. Salah satu pertimbangan orang keberatan menggunakan jaringan komputer adalah antrian yang cukup lama saat printer yang di-share sedang dipakai oleh pengguna lainnya.  Hal ini harus dipahami oleh semua pengguna jaringan komputer, pilih mana apakah kita harus menyiapkan satu printer untuk masing-masing komputer atau satu printer untuk semua komputer yang ada di jaringan?

Sumber :
Ayu Retnani, Diah. 2015. Perencanaan Jaringan Komputer. URL : https://slideplayer.info/slide/2587077/. Diakses Tanggal 9 Maret 2020.
Iswahyudi, Catur. Konsep Perencanaan dan Manajemen Jaringan. URL : http://robby.c.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.31. Diakses Tanggal 9 Maret  2020.

Komentar

Postingan Populer