Pretest_VC5_3KA88_12118087_Duriyawati
vc1: Pretest_perancangan_bd
Salah satu fungsi pada DBMS adalah membuat integritas data, mengapa integritas data penting dalam sebuah sistem basis data. Uraikan dan berikan contoh sederhana.
Integritas data amatlah penting karena dapat memastikan
keakuratan, konsistensi, aksesibilitasi, dan kualitas tinggi dari sebuah data,
sehingga sangat penting untuk mengikuti aturan pengintegritasan suatu data.
Data yang mempunyai integritas identik di pertahankan selama operasi apapun
(seperti bisnis transfer, penyimpanan, atau pengambilan).
Integritas data secara sederhana dalam istilah
bisnis adalah jaminan
bahwa data konsisten, bersertifikat dan dapat dirujukan. Integritas data artinya akurasi dan
kebenaran data. Integritas data dalam sebuah sistem basis data harus dijaga
untuk menjaga kebenaran data yang disimpan.
Beberapa cara dan
tujuan dalam menjaga integritas data, diantaranya :
- Memasukkan aturan bisnis di dalam
database
- Menjaga agar data yang tidak valid
tidak masuk ke database
- Menjaga konsistensi data pada
relasi keterkaitan antar tabel
Integritas Data dapat
Di kelompokan menjadi 2 bagian :
- Integritas data yang berada dalam
relasi, yaitu integritas entitas dan integritas domain.
- Integritas yang berada di luar
relasi, yaitu integritas referensial
Selain itu ada juga
integritas yang ditentukan sendiri di dalam suatu perusahaan, yaitu integritas
perusahaan (Enterprise integrity
/
user Defined Integrity).
Secara garis besar
integritas data dalam model relasional meliputi :
- Integritas Entitas
- Integritas Domain
- Integritas Referensial
- Integritas Enterprise
Contoh
sederhana dari Integritas
data:
- Create Domain,
yaitu membuat tipe data baru. Fungsi ini biasa digunakan untuk menangani
data yang membutuhkan aturan bisnis sendiri,
Contoh: Membuat tipe
data “gender” untuk yang isinya hanya boleh berisi Laki-Laki atau Perempuan.
Maka sintaksnya dalam
SQL adalah:
create domain gender
char(2) constraint gender_domain check (value in(‘Laki-Laki’,’Perempuan’));
- Not NULL, yaitu
menjaga agar suatu data tidak kosong dengan kata lain harus ada value-nya.
Contoh: Nama
matakuliah pada tabel mata kuliah tidak boleh kosong.
Maka sintaksnya dalam
PL / SQL:
nama_matkul
varchar2(15),
constraint nn_ matkul
not null (nama_matkul)
- Unique, yaitu
membuat agar suatu data tidak memiliki nilai yang sama dengan record lainnya dalam
tabel yang sama.
Contoh: Email pada
tabel akun_instagram
hanya boleh satu email untuk satu akun.
Maka sintaksnya:
email varchar2(15),
constraint u_mail
unique (email)
- Primary key, merupakan
gabungan antara not null dan unique.
Contoh: NPM pada tabel mahasiswa.
Maka sintaksnya:
npm char(7) not null,
constraint pk_ npm primary key (npm)
- Check, memeriksa
data dengan aturan bisnisnya sendiri tanpa membuat tipe data baru.
Contoh: Sebelum
memasukkan nilai ujian pada tabel nilai, data diperiksa terlebih dahulu. Data
tidak boleh masuk jika bernilai negatif.
Maka sintaksnya:
nilai number,
constraint chk_nilai
check (nilai > 0)
- Referential Integrity, adalah
integritas pada relasi antar tabel.
Contoh: jika kolom NPM mahasiswa pada tabel nilai
mengacu ke kolom NPM
pada table mahasiswa, dan terjadi perubahan (delete atau update) pada NPM di tabel mahasiswa
Maka ada beberapa
pilihan yang dapat dilakukan terhadap NPM yang di tabel nilai, diantaranya
adalah :
- Delete cascade, hapus
record pada kedua tabel yang bersangkutan
- Delete set null, hapus
record di tabel asal dan value record pada tabel yang mengacu di jadikan
NULL
- Update cascade, perbarui
isi record pada kedua table
npm char(7),
constraint fk_npm foreign key (npm) references mahasiswa (npm) on delete cascade / on delete set null / on update cascade
Komentar
Posting Komentar